Entri yang Diunggulkan

SEJAUH MANA DIGITALISASI PENDIDIKAN DI INDONESIA

 

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Oktober 2021

SUDUT LAIN KEINDAHAN

Di titik ini ...

Keindahan yang melekat didirinya nampak berbeda

Tak sepenuhnya membuat bahagia

Namun sedikit menyiksa

Begitulah singkatnya


Aku yang tak pandai menafsirkan

Atau dirinya yang sengaja bungkam?


Entahlah ...

Meski sanubarinya belum terjamah

Nyatanya semua tetap punya hikmah

Bagian saya hanya memilah

Tetap tenang atau penuh amarah


Diamnya,

Tatapannya,

Senyumnya,

Tutur katanya,

Seluruh perilakunya penuh dengan makna


Terimakasih telah mengajarkan makna tanpa banyak bicara


Maafkan ...

Karena hadirku belum bisa menenangkan


Namun yang pasti

Berdoa untuknya tak pernah henti :)

Jumat, 07 Februari 2020

Pejuang Ilmu






Haus dahaga masih bisa ku bendung
Haus ilmu tak kuasa ku tampung
Walau letih tertatih
Namun langkah enggan berhenti
                 Kutelusuri lembah pengetahuan
                 Tuk penuhi bekal kehidupan
                 Bebaskan diri dari kebodohan
                 Cemerlangkan hati serta pikiran
Terjang belenggu kemalasan
Sematkan cita dan harapan
Sebagai poros sebuah tujuan
Lukislah pelangi terindah dalam peradaban


Cakrawala Sahabat




Ketika ku pilu…
Yang lain menepi
Engkau menghampiri
Yang lain sebab materi
Engkau tulus dari hati
            Tawa, canda warnai hidupku
            Nasihat bijak lintasi piluku
            Hadirmu bak pelangi
            Warnai pribadi, namun tak ubah jati diri
Bersama merajut asa
Berpijak pada satu rasa
Saling berpegangan melangkah bersama
Menuju bahagia sepanjang masa




Teman Sang Fajar







Kuputar cangkir mungil ini
Agar aromamu ku resapi
Pekatnya warna sudah pasti
Namun hangatmu menyelimuti hati
            Uapmu seperti embun pagi
            Pahitmu menjadi esensi
            Aromamu menenangkan diri
            Teman sejati setiap hari
Kata apa yang tepat untuk melukiskanmu?
Selarik baris setetes rasamu
Sepenggal bait bak sesruput darimu
Kenikmatanmu memenuhi hidupku
Namun diksiku tak mampu penuhi cangkirmu



Kopi Senja





Lembayung senja kian meredup
Mega merah kian hidup
Aromamu mulai ku hirup
Sedang cangkirmu mulai ku tutup
            Hitam pekatmu bak pilu di dada
            Namun manismu mencairkan suasana
            Hangatmu menenangkan jiwa
            Mengkerdilkan risau, menumbuhkan gembira
Tak perduli badai menerpa
Hadirmu memahami luka
Tenang, damai, penuh suka cita
Engkau teman sejati di waktu senja


Rabu, 11 Desember 2019

Syair Abu Hasan Al-Mawardi



Abu Hasan Al-Mawardi
Jenis : Syair


Abu Hasan Al-Mawardi
Putra kecil dari penjual air mawar
Basrah Kelahirannya
Baghdad pendidikannya
Bab Harb pemakamannya
            Tokoh terkemuka pada masanya
            Piawai, cerdas, dan pandai perangainya
            Fiqh, pendidikan, sastra, dan politik ia kantongi semuanya
            Menulis bagai cipta rasa baginya
Bagaimana dengan kita?
Hidup di zaman serba bisa
Namun semangat kian merda
Abu Hasan Al-Mawardi
Teladanilah hidupnya
            Atur rencana siasati asa
            Agar hidup kita kian berjaya 

Minggu, 08 Desember 2019

PENJARA SUCI



PENJARA SUCI
Tema : Santri

Langkah ikhlas berderap lirih
Menuju semesta penuh berkah
Menyekat hinar binar
Mendekat pada Ilahi
            Tanggung jawab tertata rapi di pundak
            Segudang asa tersemat di dada
            Ribuan harap tergenggam erat
            Celengan rindu kian meramu
Bersihkan hati perbaiki diri
Mengaji rutinitas hari
Bukan tenar yang dimimpi
Ridha Ilahi yang dicari



BARA MIMPI



BARA MIMPI
Tema : Semangat

Lirih menjelma gemuruh
Asing berubah bising
Gelora kian membara
Asaku yang tiada tara
            Ku kira hanya ilusi
            Nyatanya benar ambisi
            Kuasai diri wujudkan prestasi
            Kuatkan langkah mulai berlari
Bukan sekadar mimpi
Namun asah jati diri
Bulatkan tekat perkuat amunisi
Untuk membungkam mulut yang tak berarti



ANGIN RINDU



ANGIN RINDU
Tema : Rindu

Hitungan hari kian berlari
Balasan rasa tiada pasti
Bayangnya kian menyelimuti
Menghela nafas pilihan diri
            Jarak membentang luas
            Tegur sapa hanya fatamorgana
Sikapmu menjadi beku
Asaku semakin menyeru
Aku bisa apa??
Merindu pada yang acuh
Harap bersatu selalu terpanjat
Namun semesta tak pernah merestui

Selasa, 03 Desember 2019

RESIDU RASA



RESIDU RASA
Siti Nisrofah


Buai cerita terhempas syahdu
Membaca rasa yang telah lalu
Menulis aksara mengeja pilu
Masa berlalu rasa meramu
            Ku kira realita
            Nyatanya fatamorgana
            Ku kira tumbuh rasa
            Ternyata sebatas sisa
Hambar sudah rasa di hati
Bukan kembali yang di nanti
Sang waktu yang kan mengobati
Tuk kembali berseri walau sendiri

Senin, 25 November 2019

Tudung Malu



Tudung Malu
Siti Nisrofah
Pekalongan, 15 April 2019


Wanita...
Sinar wajahmu menyejukkan kalbu
Senyum tipismu membungkam bisu
Bening matamu menjerat syahdu
Keteduhan menyertai setiap jengkal keberadaanmu
Hiasi fitrahmu berbalut syariat
            Hadirkan cahaya dengan gemercik air wudhu
            Lantunkan shalawat pelengkap rindu
            Tebarkan semerbak bahagia tanpa sendu
Langkahmu penentu dunia
Semangatmu bak taman bunga
Ribuan pesona menyelimuti jiwa
Tagarkanlah prinsip keindahanmu
Melalui bingkai bertudung malu

Sabtu, 23 November 2019

TEGAR



TEGAR 
Siti Nisrofah
Pekalongan, 29 Maret 2019

Hiruk pikuk mulai meredup
Senyum sapa mulai menghilang
Kehangatan menjelma hambar
Pelukanmu melambai lepas
            Mengapa seperi ini?
            Tiada angin langkahmu menjauh
            Tiada hujan rasamu luntur
            Kini ku sendiri sedang kau berdua
Menjerit tiada guna
Menangis terasa sia
Aku bisa apa?
Senyum sabar menyampul luka J

TERSIMPAN


TERSIMPAN
Siti Nisrofah
Pekalongan, 24 Maret 2019

Hening malam berbisik lirih
Hembus angin menghampiri
Jemari menadah tiada letih
Butir sendu kian merintih
Hanya bayangmu yang menemani
            Aku tak tahu…
            Ihwal apa yang menepi
            Gemuruh risau tiada henti
            Harap cemas tak terobati
            Ternyata…
            Hadirmu yang ku nanti
Ah…aku bisa apa?
Semua sudah terjadi
Memaksa kembali sebatas mimpi
Menjerit rindu tak ada peduli
Biarlah rasa ini terbingkai rapi
Sendiri di hati tetap terkunci

BINGKAI RINDU


BINGKAI RINDU
Siti Nisrofah
Pekalongan, 24 Maret 2019

Ketika rasa berkecamuk
Asa makin melemah
Kalbu kian meredup
Pilu mulai terbendung
Pecah tangis ikut menyerta
            Aku bisa apa?
            Aku harus apa?
            Ribuan Tanya tak terjawab
            Gelisah menelusup sukma
Amarah tergenggam erat
Sendiri di sini…
Meredam gemuruh tak terkira
Menekan ikhlas tanpa batas
Mengubur sendu di dalam kalbu
Akhirnya…
Ku bingkai seluruh rindu dengan tawa